Selamat Datang di Website Resmi Madrasah Aliyah Al Istiqomah

Blog ini hadir sebagai media informasi, komunikasi, dan publikasi berbagai kegiatan, program, serta prestasi madrasah. Melalui website ini, kami berkomitmen memberikan layanan informasi yang cepat, akurat, dan bermanfaat bagi peserta didik, orang tua, alumni, serta masyarakat luas. Bersama kita wujudkan madrasah yang unggul, berkarakter, dan berprestas.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Minggu, 21 Juni 2026

Absen Guru

Selasa, 17 Maret 2026

97.122 Guru Binaan Kemenag Lolos UKMPPG jelang Lebaran

 

Kementerian Agama hari ini mengumumkan ada 97.122 guru binaannya yang lulus sertifikasi guru. Mereka adalah peserta Sertifikasi Guru angkatan ke-4 yang prosesnya berlangusung sejak 2025.

Data ini menggenapi 304.661 guru Kemenag yang lulus sertifikasi pada angkatan 1-3 di 2025. Selain potret peningkatan profesionalitas, capaian ini menggambarkan komitmen Kemenag terhadap kesejahteraan guru madrasah dan pendidikan keagamaan.

“Ini menjadi kabar baik menjelang lebaran yang menghadirkan kebahagiaan tersendiri bagi guru dan keluarga,” tutur Dirjen Pendidikan Islam Amien Suyitno di Jakarta, Selasa (17/3/2026).

Panitia Nasional PPG Kementerian Agama yang juga Direktur Pendidikan Agama Islam M. Munir menambahkan, sertifikasi guru  merupakan bagian dari upaya Kemenag kompetensi profesional guru yang terstandar sekaligus mendapatkan pengakuan yang layak atas dedikasinya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Kelulusan 97.122 guru pada angkatan 4 ini juga menegaskan keberpihakan nyata Kementerian Agama terhadap peningkatan kesejahteraan guru. Dengan status tersertifikasi, para guru berhak memperoleh tunjangan profesi guru sesuai ketentuan. Ini diharapkan dapat semakin memotivasi guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta memperkuat peran guru sebagai pilar utama pembangunan sumber daya manusia Indonesia,” tegas M. Munir.

Sebanyak 97.122 guru yang lulus sertifikasi pada 2026 ini terbagi dalam 31 bidang studi, mulai dari Guru PAI di sekolah, guru madrasah mapel agama maupun umum, guru agama Katolik, Kristen, dan Khonghucu. Menurut Munir, keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja keras berbagai pihak, mulai dari unit-unit teknis di lingkungan Kementerian Agama, perguruan tinggi penyelenggara pendidikan profesi guru, hingga para guru yang dengan penuh dedikasi mengikuti seluruh tahapan sertifikasi secara serius dan bertanggung jawab.

“Pengumuman kelulusan ini diharapkan menjadi energi baru bagi para guru untuk terus meningkatkan dedikasi, profesionalitas, dan kualitas layanan pendidikan, sekaligus menjadi penguat komitmen pemerintah dalam memuliakan guru sebagai penjaga masa depan bangsa,” pungkas M. Munir

 

 

 

 

Sabtu, 14 Maret 2026

Bagaimana Hukum Tidak Berpuasa dalam Perjalanan Mudik? Ini Penjelasannya


Jakarta (Kemenag) --- Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama, Kementerian Agama, Arsad Hidayat, mengatakan, seseorang yang melakukan perjalanan jauh atau safar, termasuk saat mudik, diperbolehkan tidak menjalankan ibadah puasa. Namun, ada adab yang perlu dijaga selama bulan Ramadan.

Arsad mengingatkan pentingnya menghormati orang lain yang tetap menjalankan puasa. “Sebisa mungkin tidak makan dan minum secara terbuka di hadapan orang yang sedang berpuasa. Itu bagian dari adab dan etika yang perlu dijaga,” ujar Arsad di Jakarta, Sabtu (14/3/2026).

Arsad menjelaskan, kebolehan berbuka bagi musafir memiliki dasar dalam Al-Qur’an, salah satunya ayat 185 Surah Al-Baqarah. Ayat tersebut menyebutkan bahwa orang yang sakit atau sedang dalam perjalanan diperbolehkan tidak berpuasa dan menggantinya pada hari lain di luar bulan Ramadan.

Meski demikian, ia menilai tetap berpuasa saat safar memiliki keutamaan apabila kondisi fisik masih memungkinkan. "Apabila seseorang masih mampu berpuasa saat mudik, maka itu lebih baik dan memiliki keutamaan tersendiri,” kata Arsad.

Ia menambahkan, hal tersebut juga didukung sejumlah riwayat hadis yang menunjukkan bahwa Rasulullah Saw. pernah tetap berpuasa dalam perjalanan. Dalam riwayat Abu Darda disebutkan bahwa dalam perjalanan yang sangat panas, tidak ada yang berpuasa kecuali Rasulullah Saw. dan Abdullah bin Rawahah. Hadis tersebut diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.

Menurut Arsad, pilihan untuk tetap berpuasa atau tidak saat safar kembali pada kondisi masing-masing individu. “Bagi yang sedang safar lalu tetap berpuasa, itu menjadi keutamaan tersendiri selama tidak menimbulkan kesulitan yang berat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para pemudik agar tidak memaksakan diri jika merasa lelah selama perjalanan. Arsad menyarankan pemudik memanfaatkan fasilitas yang tersedia di masjid sepanjang jalur mudik.

“Kalau dalam perjalanan merasa lelah, jangan dipaksakan. Silakan manfaatkan masjid-masjid yang menjadi bagian dari program Masjid Ramah Pemudik sebagai tempat beristirahat,” kata Arsad.

di sadur dari laman Kemenag RI

Selasa, 03 Februari 2026

Pelaksanaan Asesmen Tengah Semester dan Asesmen Akhir Madrasah Berjalan Lancar Tanpa Kendala

Pasar Kemis– Madrasah Aliyah Al Istiqomah sukses melaksanakan kegiatan Asesmen Sumatif Tengah Semester (STS) Genap untuk kelas X dan XI yang dilaksanakan bersamaan dengan Asesmen Akhir Madrasah (AAM) bagi siswa kelas XII Tahun Pelajaran 2025/2026.

Kegiatan asesmen ini berlangsung selama sepekan, mulai tanggal 2 Maret hingga 9 Maret 2026. Seluruh rangkaian ujian dilaksanakan menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) berbasis jaringan lokal, sehingga mendukung pelaksanaan yang lebih efektif, efisien, dan ramah lingkungan.

Pelaksanaan Asesmen Sumatif Tengah Semester Genap untuk kelas X dan XI dilaksanakan secara serentak. Sementara itu, Asesmen Akhir Madrasah untuk kelas XII dibagi menjadi dua sesi setiap harinya guna menjaga ketertiban dan kenyamanan peserta ujian.

Dalam setiap sesi Asesmen Akhir Madrasah, terdapat dua ruang ujian atau kelas yang digunakan. Masing-masing ruang diisi oleh 15 siswa, sehingga total peserta dalam satu sesi dapat terakomodasi dengan baik sesuai dengan kapasitas dan pengawasan yang optimal.

Pihak panitia pelaksana menyampaikan bahwa penggunaan sistem jaringan lokal CBT sangat membantu dalam meminimalisir kendala teknis, seperti gangguan jaringan internet eksternal. Selain itu, kesiapan sarana prasarana serta koordinasi yang baik antar panitia dan pengawas turut mendukung kelancaran kegiatan.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian asesmen berjalan dengan lancar, tertib, dan tanpa kendala berarti. Ini berkat kerja sama semua pihak, mulai dari panitia, guru, hingga peserta didik,” ujar salah satu panitia pelaksana.

Para siswa juga terlihat mengikuti ujian dengan serius dan disiplin. Suasana ujian berlangsung kondusif di setiap ruang, mencerminkan kesiapan akademik maupun mental peserta didik dalam menghadapi evaluasi pembelajaran.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini secara optimal, diharapkan hasil asesmen dapat menjadi bahan evaluasi yang akurat bagi madrasah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran ke depan, sekaligus menjadi tolok ukur pencapaian kompetensi peserta didik.



 

Minggu, 11 Januari 2026

Madrasah Siap Laksanakan PPDB 2026/2027 Berdasarkan Juknis Terbaru Dirjen Pendidikan Islam


Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam resmi menetapkan Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 10041 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis (Juknis) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Madrasah Tahun Pelajaran 2026/2027. Kebijakan ini menjadi pedoman utama bagi seluruh madrasah dalam melaksanakan proses penerimaan peserta didik secara transparan, akuntabel, dan berkeadilan.

Juknis tersebut diterbitkan sebagai upaya meningkatkan mutu layanan pendidikan madrasah sekaligus memastikan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Dalam kebijakan ini, Kementerian Agama Republik Indonesia menegaskan pentingnya prinsip objektivitas, transparansi, non-diskriminatif, dan akuntabilitas dalam setiap tahapan PPDB.

Beberapa poin penting yang diatur dalam Juknis PPDB Madrasah Tahun Pelajaran 2026/2027 antara lain meliputi jalur penerimaan peserta didik, mekanisme pendaftaran, seleksi, hingga pengumuman hasil seleksi. Madrasah diberikan fleksibilitas dalam menentukan teknis pelaksanaan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing, namun tetap mengacu pada ketentuan yang telah ditetapkan secara nasional.

Selain itu, Juknis juga mendorong pemanfaatan teknologi informasi dalam pelaksanaan PPDB, seperti sistem pendaftaran online, guna meningkatkan efisiensi dan meminimalisir praktik kecurangan. Hal ini sejalan dengan transformasi digital yang terus dikembangkan dalam sistem pendidikan madrasah.

Kepala madrasah diharapkan dapat mensosialisasikan kebijakan ini kepada seluruh stakeholder, termasuk guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat luas. Dengan demikian, proses PPDB dapat berjalan lancar serta memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh calon peserta didik untuk mengakses pendidikan madrasah yang berkualitas.

Dengan diterbitkannya Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 10041 Tahun 2025 ini, diharapkan pelaksanaan PPDB Madrasah Tahun Pelajaran 2026/2027 dapat berlangsung lebih tertib, transparan, dan mampu menjaring peserta didik yang unggul, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan masa depan.


Senin, 08 September 2025

MA Al Istiqomah Ikuti Olimpiade Madrasah (OMI) 2025 di MAN 2 Tangerang

Peserta Olimpiade Madrasah Indonesia - MA Al Istiqomah

Tangerang, Selasa 9 September 2025 — Madrasah Aliyah (MA) Al Istiqomah kembali menorehkan langkah penting dalam bidang akademik dengan berpartisipasi pada ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025 yang dilaksanakan di MAN 2 Tangerang.

Dalam kegiatan bergengsi yang mempertemukan siswa-siswi terbaik dari berbagai madrasah ini, MA Al Istiqomah mengirimkan delegasi pada empat bidang lomba, yaitu:

1. Matematika: Dhiafa Rini, Aira Rizka, dan Fuji Sumastawa

2. Geografi: Ria Amanda, Laila Khoirunnisa, dan Aurellia Zahra

3. Ekonomi: Ahmad Reggi Mubarok, Dhinda Mardiana, dan Aarifah Nur Faizah

4. Biologi: Hauraun Naqiah, Siti Nurlailah Afifah, dan Siti Marwah Dillah Azzahra

Kepala MA Al Istiqomah menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada para peserta. “Kami bangga atas semangat dan kesiapan anak-anak dalam mengikuti OMI 2025 ini. Semoga mereka mampu mengukir prestasi terbaik dan membawa nama baik madrasah di tingkat provinsi maupun nasional,” ujarnya.

OMI 2025 sendiri merupakan ajang kompetisi ilmiah tahunan yang bertujuan untuk mengasah kemampuan akademik siswa madrasah, membangun sportivitas, serta memperkuat jaringan silaturahmi antar madrasah.

Dengan persiapan yang matang serta dukungan penuh dari guru pembimbing, para peserta dari MA Al Istiqomah optimis dapat memberikan penampilan terbaik dan meraih hasil yang membanggakan.

Minggu, 07 September 2025

Madrasah Aliyah Al Istiqomah Utus Peserta ke Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025 di MAN 2 Tangerang



Tangerang, 7 September 2025
– Madrasah Aliyah (MA) Al Istiqomah dengan bangga mengumumkan pengiriman delegasi terbaiknya untuk mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025, yang akan digelar pada Selasa, 9 September 2025 di titik lokasi MAN 2 Tangerang. Ajang bergengsi ini menjadi wadah bagi para pelajar madrasah untuk menunjukkan kemampuan akademik di berbagai bidang ilmu.

Pada OMI 2025, MA Al Istiqomah mengirimkan perwakilan siswa-siswi terbaik yang telah melalui proses seleksi ketat. Mereka akan berkompetisi dalam berbagai disiplin ilmu, antara lain Matematika, Ekonomi, Biologi, dan Geografi. Berikut adalah daftar peserta yang akan mewakili madrasah:

  • Bidang Matematika

    • Dhiafa Rini

    • Aira Rizka

    • Fuji Summastawa Alal Arsyi

  • Bidang Ekonomi

    • Achmad Reggi Pramudia Mubharok

    • Dinda Mardiana

    • Aarifah Nur Faizah

  • Bidang Biologi

    • Hauraun Naqiyah

    • Siti Marwah Dila Azzahra

    • Siti Nurlaila Afifah

  • Bidang Geografi

    • Aurellia Zahra

    • Ria Amanda

    • Laila Khoirunnisa

Kepala Madrasah, H, Ahmacd Dimyati, S.Pd.I, menyampaikan rasa bangga dan harapannya kepada para peserta.
“Kami sangat mengapresiasi kerja keras para siswa yang akan bertanding di OMI 2025. Semoga mereka dapat memberikan hasil terbaik dan membawa nama harum Madrasah Aliyah Al Istiqomah di tingkat nasional,” ujarnya.

Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi siswa madrasah di seluruh Indonesia. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat berprestasi, meningkatkan daya saing, serta memperkuat identitas madrasah sebagai lembaga pendidikan yang unggul di bidang akademik maupun non-akademik.

Mari kita doakan agar tim MA Al Istiqomah dapat meraih prestasi gemilang pada OMI 2025.

#MadrasahHebatBermartabat #OMI2025 #MAAlIstiqomahBerprestasi

Rabu, 03 September 2025

Menteri Agama: Madrasah Lembaga Pendidikan Yang Unik


Jakarta, 3/11 (Pinmas)--Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, madrasah di Indonesia merupakan lembaga pendidikan yang cukup unik, namun kualitas madrasah di Indonesia saat ini masih lebih rendah dibanding sekolah umum. Karena itu pemerintah melalui Departemen Agama berupaya untuk mewujudkan kesetaraan kualitas antara madrasah dengan sekolah. "Memang betul ada perbedaan kualitas antara madrasah dibanding sekolah umum. Karena sebagian besar madrasah dikelola swasta 91,5 %, yang negeri hanya 8,5 %," kata Suryadharma kepada wartawan seusai membuka seminar internasional dan peninjauan madrasah di Indonesia oleh negara-negara E-9 Unesco di Jakarta, Selasa (3/11).

Menag mengatakan, madrasah di Indonesia adalah lembaga pendidikan formal yang kurikulumnya mengacu pada kurikulum pendidikan nasional, tapi memiliki muatan agama yang lebih banyak dibanding sekolah. Jika sekolah dibawah Departemen Pendidikan Nasional, madrasah dipayungi Departemen Agama. Sekarang ini kata Menag, sebagian besar atau 91,5 persen merupakan madrasah swasta yang didirikan atas inisiatif para tokoh agama dan masyarakat yuntuk mengembangkan pendidikan. "Mereka adalah pahlawan untuk mencerdaskan anak bangsa dengan kekuatan sendiri," imbuhnya.

Menag mengungkapkan, anggaran pengelolaan madrasah swasta satu sama lain tidak sama akan tetapi memiliki pembiayaan dengan level yang berbeda, sehingga kualitasnya masing-masing madrasah swasta pun bisa berbeda. "Sekarang kita sedang upayakan ada perlakukan yang sama," ujarnya. Menurut Dirjen Pendidikan Islam Mohammad Ali, pendidikan madrasah di Indonesia mempunyai sejarah yang berbeda dengan pendidikan sekolah pada umumnya. Madrasah mempunyai sejarah yang panjang dan telah dianaktirikan semenjak era penjajahan Belanda. "Perkembangan menggembirakan terjadi pasca disyahkannya Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, disebutkan bahwa madrasah adalah sekolah umum berciri khas Islam," ujarnya.

Sementara itu Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh mengatakan dalam konsep education for all (EFA), tidak boleh ada diskriminasi dalam pendidikan, baik karena kewilayahan seperti desa dengan kota, keagamaan dan umum maupun karena status sosial. "Sekarang bukan jamannya lagi ada diskriminasi, tidak ada yang tidak punya kesempatan untuk sekolah," tandasnya. (ks)

Sumber Berita : Kemenag.go.id

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Dunia Pendidikan

Pendahuluan



Pendidikan karakter memiliki peran fundamental dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, empati, dan etika kuat. Ketika krisis moral dan etika semakin terasa dalam berbagai aspek kehidupan, pendidikan karakter menjadi pondasi utama dalam dunia pendidikan.

Menurut perspektif Islam, karakter—atau akhlaq—bukan hanya sekadar soal moral umum, melainkan bagian tak terpisahkan dari pendidikan. Islam sangat menekankan pengembangan akhlak mulia sebagai inti dari tujuan pendidikan sejati


1. Dalil dari Al-Qurʾan

a) Meneladani Rasulullah ﷺ

Al-Qurʾan menyebut Nabi Muhammad ﷺ sebagai "utt̄ū l-ḥusnā"—bermaksud sebagai teladan terbaik dalam karakter

Hal ini menegaskan bahwa gaya hidup dan akhlak beliau harus menjadi cerminan dalam pendidikan karakter.

 

b) Ayat-ayat tentang karakter dan akhlak

QS Al-Isra’ [17]:23: Allah memerintahkan berbuat baik kepada orang tua dan memperlakukan mereka dengan sopan — sebagai landasan nilai moral seperti hormat, kesantunan, dan kasih sayang

QS Luqman [31]:12–14: Menyiratkan pentingnya nasehat moral—khususnya ajaran tidak menyekutukan Allah, menghormati orang tua, kesabaran—sebagai bagian dari pendidikan karakter

Dari Surah Al-Isra’ ayat 23–38, terdapat nilai-nilai karakter penting seperti religiusitas, kesopanan, rendah hati, tolong-menolong, percaya diri, tanggung jawab, dan dapat dipercaya — yang idealnya ditumbuhkan melalui tiga fase: memahami nilai, merasakan nilai, dan mengamalkan nilai


2. Dalil dari Hadits

Nabi ﷺ bersabda:

"Dikirim aku untuk menyempurnakan akhlak" — menegaskan inti ajaran Islam adalah karakter yang baik

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik akhlaknya" (Sahih Bukhari) — menggarisbawahi keutamaan perilaku mulia dalam menilai kualitas seorang Muslim

"Akhlak yang baik lebih berat timbangannya di hari kiamat daripada amal shālih lainnya" — memperkuat posisi akhlak dalam keseimbangan perbuatan baik

Wasiat Rasul: "Aku tinggalkan dua pusaka; Kitabullah dan Sunnahku. Keduanya tidak akan pernah berpisah hingga di telaga." — meneguhkan kedua sumber ini sebagai landasan pendidikan karakter

 

3. Pendapat para Ahli dan Filosofi Pendidikan

 Hasil riset pendidikan karakter dari perspektif Al-Qurʾan dan hadits menyatakan bahwa karakter adalah dasar kualitas manusia, berpengaruh dalam pikiran, sikap, rasa, serta tindakan sehari-hari


Pendidikan karakter menurut Surah Al-Isra’ ditujukan sebagai solusi moral terhadap krisis etika yang terjadi saat ini, sekaligus sebagai penangkal ideologi radikal


Pendidikan karakter Islam dirancang untuk menumbuhkan moral Islami melalui pemikiran, perilaku terhadap Tuhan, diri, manusia, dan lingkungan

Ahmad ibn Hanbal (Imam Malik): Karakter moral bisa diperbaiki melalui practice dan internalisasi nilai selama hidup seseorang

Muhammad Iqbal (filsuf pendidikan): Memisahkan pengetahuan moral dengan tindakan moral tak cukup. Karakter benar-benar muncul ketika nilai seperti kemauan baik, pengorbanan, ketabahan, dan kasih sayang menjadi bagian dari jiwa dan rutinitas nyata.


4. Manfaat dan Implementasi dalam Dunia Pendidikan

4.1. Manfaat Pendidikan Karakter

 Melemahkan fenomena kriminalitas dan degradasi moral dengan menciptakan siswa yang berintegritas

Meningkatkan kerja sama, tanggung jawab, dan kepedulian sosial, khususnya melalui internalisasi nilai seperti gotong royong, integritas, dan kemandirian

Membangun generasi tangguh yang memiliki etos kerja, kreatif, profesional, tahan banting, serta pembelajar sepanjang hayat

Menanamkan rasa cinta tanah air dan bangsa sebagai bagian dari karakter nasionalis dalam pendidikan modern


4.2. Strategi Implementasi di Sekolah

Metode yang dianjurkan: teladan (uswah), kebiasaan baik (habituation), nasehat (mauẓiḥah), motivasi-pencegahan (targhib–tarhib), dan cerita atau perumpamaan (qissah)

Peran guru dan orang tua sangat krusial sebagai figur pendidik dan pengawal nilai karakter sejak dini

Kurikulum karakter Islam mengintegrasikan Al-Qurʾan dan hadits bukan hanya sebagai materi agama, tetapi juga fondasi moral bagi kehidupan sehari-hari siswa

Program sekolah berbasis karakter Islami menunjukkan bahwa internalisasi karakter melalui kegiatan terstruktur mampu membentuk kepribadian mulia siswa SD/MTs

 

Kesimpulan dan Rekomendasi

Pendidikan karakter bukan sekadar pelengkap dalam kurikulum, melainkan inti dari pendidikan sejati. Nilai-nilai akhlak Islam yang bersumber dari Al-Qurʾan dan Sunnah Nabi ﷺ memberikan arah menyeluruh dalam membentuk anak didik menjadi insan terbaik. Berbagai ayat dan hadits mempertegas bahwa karakter adalah tujuan utama pendidikan, bukan hanya pengetahuan.

 

Rekomendasi untuk sekolah:

Jadikan pendidikan karakter bagian formal dalam kurikulum dan budaya sekolah.

Latih guru dan orang tua untuk menjadi teladan nyata dalam akhlak baik.

Gunakan metode internalisasi karakter dalam setiap aktivitas pembelajaran.

Monitor perkembangan karakter siswa melalui observasi perilaku dan refleksi rutin.

Dengan konsistensi dan keteladanan, pendidikan karakter akan semakin kuat, menyiapkan generasi masa depan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia, bertanggung jawab, dan berkontribusi positif bagi bangsa.

 

Daftar Referensi

Wibowo & Hidayat, “Al-Qurʾan & Hadits sebagai Pedoman Pendidikan Karakter”

ResearchGate

Riset karakter Islam, konsep, dan pendidikan karakter

Neliti

ResearchGate

Nilai pendidikan karakter dalam Surah Al-Israʾ 23–38

Atlantis Press

 Penguatan karakter di MTs dan integrasi kurikulum Islam

Indo Jurnal

Metode internalisasi karakter di sekolah Dasar Islam

Wasiat Rasul ﷺ mengenai Kitabullah dan Sunnah

Jic Nusantara

Hadits “dikirim untuk menyempurnakan akhlak” dan karakter paling utama

Wikipedia

Perspektif moral Islam dan pengendalian karakter

Muhammad Iqbal: filosofi pendidikan karakter

Juknis Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025


Dalam rangka pelaksanaan Olimpide Madrasah Indonesia Tahun 2025, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam telah menetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 4657 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia Tahun 2025. Berkenaan dengan hal tersebut, kami mohon Saudara memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Olimpiade Madrasah Indonesia Tahun 2025, dengan melaksanakan hal-hal sebagai berikut:

  1. Menyampaikan dan mensosialisasikan Petunjuk Teknis Pelaksanan OMI Tahun 2025 sebagaimana terlampir secara luring maupun daring melalui media cetak maupun media elektronik kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, Kepala Madrasah
    Negeri/Swasta, di wilayah masing-masing, dan instansi lain yang terkait.
  2. Melaksanakan koordinasi, membentuk kepanitiaan khusus, dan melakukan persiapan teknis pelaksanaan OMI Tahun 2025 dengan baik sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di wilayah masing-masing.
  3. Melaksanakan pengawasan dan pemantauan secara periodik terhadap teknis pelaksanaan OMI Tahun 2025 untuk memastikan tidak terjadi hal-hal yang melanggar sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.
  4. Menyediakan kanal pengaduan dan mengelola pengaduan masyarakat sebagaimana mestinya untuk menyelesaikan permasalahan teknis.

Download Juknis OMI Tahun 2025

Selengkapnya mengenai Juknis OMI Tahun 2025 dapat di download DISNI

Selasa, 27 Mei 2025

Peran Penting Informatika dalam Era Modern

 Informatika, sebagai ilmu yang mempelajari pengolahan data dan informasi berbasis teknologi, telah menjadi tulang punggung kemajuan peradaban manusia di era modern. Dari dunia pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga pemerintahan, peran informatika telah mengubah pola interaksi dan sistem kerja masyarakat global. Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Dalam konteks ini, umat Islam dituntut untuk memahami dan memanfaatkan informatika sebagai bagian dari perintah Allah dalam menuntut ilmu dan memberi manfaat bagi umat manusia.

1. Dalil Al-Qur’an tentang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Al-Qur’an tidak menyebut informatika secara langsung, namun memberikan landasan kuat tentang pentingnya ilmu pengetahuan dan penggunaan akal sebagai anugerah Allah SWT. Beberapa ayat berikut dapat menjadi dasar spiritual terhadap pentingnya penguasaan ilmu, termasuk informatika:

يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ ۝١١ …

“…Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat…”
(QS. Al-Mujadilah: 11)

Ayat ini menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan menempati posisi penting dalam Islam. Informatika sebagai cabang ilmu modern menjadi bagian dari tangga kemuliaan tersebut.

وَعَلَّمَ اٰدَمَ الْاَسْمَاۤءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلٰۤىِٕكَةِ فَقَالَ اَنْۢبِـُٔوْنِيْ بِاَسْمَاۤءِ هٰٓؤُلَاۤءِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ ۝٣١

“Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda) seluruhnya…”
(QS. Al-Baqarah: 31)

Ayat ini mengisyaratkan awal mula ilmu pengetahuan dan sistem informasi, yaitu kemampuan memberi nama atau mendefinisikan sesuatu, yang merupakan dasar dari sistem informasi dalam informatika.

2. Peran Informatika dalam Kehidupan Modern

a. Dunia Pendidikan

Teknologi informatika telah merevolusi sistem pendidikan dengan kehadiran e-learning, platform digital, dan kecerdasan buatan (AI). Akses pengetahuan menjadi lebih merata dan efisien.

b. Dunia Kesehatan

Informatika medis memungkinkan diagnosis penyakit yang lebih cepat dan akurat, pengelolaan rekam medis elektronik, dan pemantauan pasien jarak jauh.

c. Ekonomi dan Bisnis

Transformasi digital melalui e-commerce, big data, dan blockchain menunjukkan bahwa keberhasilan ekonomi modern sangat bergantung pada penguasaan teknologi informasi.

d. Pemerintahan dan Pelayanan Publik

E-Government menjadi solusi transparansi dan efisiensi birokrasi. Penggunaan sistem informasi terintegrasi membuat pelayanan publik lebih cepat dan terukur.

3. Pandangan Ilmuwan Dunia Barat

Beberapa tokoh dunia Barat memberikan penekanan pada pentingnya teknologi informasi:

a. Alan Turing (1912–1954)

Bapak ilmu komputer modern ini menyatakan bahwa:

“The idea behind digital computers may be explained by saying that these machines are intended to carry out any operations which could be done by a human computer.”

Artinya, informatika diciptakan untuk membantu manusia mengelola informasi lebih cepat dan efisien.

b. Bill Gates

Pendiri Microsoft, menyatakan:

“Information technology and business are becoming inextricably interwoven. I don’t think anybody can talk meaningfully about one without the talking about the other.”

Ini menegaskan bahwa informatika tidak dapat dipisahkan dari aktivitas kehidupan, khususnya dalam bisnis.

4. Pandangan Cendekiawan Islam terhadap Ilmu dan Teknologi

Islam mendorong umatnya untuk tidak tertinggal dalam penguasaan ilmu, termasuk teknologi:

a. Ibnu Sina (980–1037)

Tokoh ilmuwan Muslim yang menggabungkan ilmu logika, matematika, dan kedokteran. Dalam karyanya “Kitab al-Shifa”, ia menjelaskan pentingnya sistem informasi dalam diagnosis penyakit.

b. Al-Khwarizmi (780–850)

Penemu algoritma yang menjadi fondasi dari informatika modern. Namanya menjadi asal kata “algorithm”.

“Ilmu adalah kehidupan bagi hati dari kebodohan, cahaya bagi mata dari kebutaan.”
(Al-Khwarizmi)

Ilmu informatika, dalam pandangan ini, adalah penerang zaman dari kegelapan ketidaktahuan dan sarana mencapai kemaslahatan.

5. Informatika sebagai Bagian dari Tanggung Jawab Moral Muslim

Umat Islam di era modern harus memahami informatika bukan hanya sebagai alat duniawi, tetapi juga sebagai sarana dakwah dan kontribusi terhadap kemajuan umat manusia. Penguasaan terhadap informatika berarti membuka jalan untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan secara global, menghadirkan solusi atas problematika umat, serta memperkuat posisi Islam dalam percaturan global.

6. Tantangan Etika dan Spiritualitas dalam Dunia Digital

Dengan kekuatan informatika, muncul pula tantangan baru seperti penyebaran hoaks, kejahatan siber, dan pelanggaran privasi. Di sinilah nilai-nilai Islam seperti shiddiq (kejujuran)amanah (tanggung jawab), dan ihsan (etika kerja) harus menjadi prinsip utama dalam mengembangkan dan menggunakan teknologi.


Referensi

  1. Al-Qur’an Al-Karim, terjemahan Departemen Agama Republik Indonesia.

  2. Al-Khwarizmi, Hisab al-Jabr wal-Muqabala.

  3. Nasr, S. H. (2006). Science and Civilization in Islam. Harvard University Press.

  4. Turing, A. (1936). On Computable Numbers, with an Application to the Entscheidungsproblem.

  5. Gates, B. (1999). Business @ The Speed of Thought.

  6. UNESCO (2023). The Role of ICT in Education and Development.

  7. Ziauddin Sardar (1989). Exploring Islam’s Scientific Heritage.

  8. M. Y. Rachmat (2021). Fikih Informatika: Etika Digital dalam Pandangan Islam. Pustaka Pelajar.

  9. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), berbagai publikasi tentang transformasi digital Indonesia.


Tuntutan masa depan


 

Manusia terlahir dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kamu pasti memiliki kemampuan berbeda dengan saya, baik dalam kelebihan maupun kekurangan, namun pastinya, semuanya juga mempunyai kecerdasan.

Oleh karena itu, kita terlebih dahulu harus mengenal kemampuan yang kita miliki agar kita mengetahui mana yang harus kita kembangkan dan mana yang harus kita minimilasir.

Suatu saat nanti kita akan tertuntut untuk menjadi orang yang harus memburu setumpuk rupiah untuk menafkahi keluarga kita dan mengemban tugas yang paling berat yakni menjaga diri dan keluarga kita dari kobaran panas api neraka—sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran surat At-Tahrim Ayat: 6 yang berbunyi:

قوا أنفسكم وأهليكم نارا [التحريم: 6]

“Jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka” (Q.S. At-Tahrim: 06)

Imam Muqatil menafsiri ayat tersebut dengan ungkapan:

“Seorang muslim harus mengajarkan adab kepada keluarganya dengan cara memerintahkan mereka untuk melakukan kebajikan dan mencegah mereka dari perbuatan tercela”.

Persiapan untuk masa depan

Menurut penulis, hal demikian bisa tercapai ketika kebutuhan yang bersifat primer dan sekunder dari keluarga kita—oleh kita bisa tercukupi. Mindset ini memang rentan untuk ditentang, namun mayoritas kaum millennial agar mereka bisa menuruti keinginan kita, sebelumnya kita sendiri juga harus menuruti keinginan mereka, dan keinginan yang mereka idam-idamkan kebanyakan berisikan material atau finansial.

Oleh karena itu—seperti keterangan di atas—sejak sekarang kita harus mengenal kemampuan yang kita miliki agar nantinya hal itu bisa menjadi pijakan awal agar mendapatkan hasil berupa pundi-pundi rupiah yang kita inginkan agar bisa menafkahi keluarga kita. Dalam hal ini, kemampuan yang saya maksud adalah kecerdasan.

Kecerdasan manusia

Ada delapan kecerdasan yang dimiliki oleh manusia. Masing-masing bisa memiliki hanya satu kecerdasan, ataupun beberapa kecerdasan sekaligus. Berikut adalah delapan kecerdasan tersebut:

1. Kecerdasan Matematis

Kecerdasan matematis berhubungan erat dengan kemampuan berpikir logis, menyukai semua hal yang berkaitan dengan angka dan hitungan, serta senang bereksperimen. Di pondok kita, kecerdasan ini dimiliki bagi santri-santri yang mendalami bidang fiqih faraidh (ilmu warisan) ataupun ilmu falak (astronomi).

2. Kecerdasan Kinestetik

Kecerdasan kinestetik berhubungan erat dengan jasmani atau gerak tubuh. Kalau kamu senang kerja bakti (roan), olahraga atau mengungkapkan ekspresi dengan gerak tubuh, kecerdasan yang kamu miliki adalah kecerdasan kinestetik.

3. Kecerdasan Musikal

Kecerdasan musikal dimiliki orang-orang yang senang bernyanyi, mendengarkan musik, bersiul, mengetukkan jari, atau memiliki pola pikir yang terjadi pada irama seperti kamu yang gemar memainkan alat musik hadroh setiap acara maulidan.

4. Kecerdasan Linguistik

Kalau kamu lebih dominan berpikir menggunakan kata-kata, senang kegiatan membaca buku ataupun kitab, menulis, dan bercerita, juga menyukai permainan olah kata seperti kamu yang senang berdiskusi saat musyawarah, kamu termasuk dalam kelompok ini.

5. Kecerdasan Spasial

Orang-orang yang bergerak dalam bidang desain, senang menggambar, atau memiliki cara berpikir dengan membayangkan gambaran, termasuk dalam kelompok yang memiliki kecerdasan spasial.

6. Kecerdasan Interpersonal

Kalau kamu senang berorganisasi, berjamiyyah, memimpin kelompok/orang/lembaga, suka menebarkan pengaruh, senang menjadi mediator, serta senang menghadiri berbagai pertemuan, maka kamu memiliki kecerdasan yang satu ini.

7. Kecerdasan Naturalis

Orang dengan kecerdasan naturalis menyukai segala kegiatan yang berhubungan dengan alam, senang binatang dan juga mengetahui berbagai jenis tumbuhan ataupun memiliki rasa peduli tinggi terhadap lingkungan sekitar, seperti kamu yang bergelut di bidang kebersihan, maka tak usah risau, sejatinya kamu memiliki kecerdasan yang berupa naturalis.

8. Kecerdasan Intrapersonal

Kecerdasan intrapersonal lebih mengarah pada diri sendiri. Kamu senang bermeditasi, melamun, merenung dan memiliki pola pikir yang terarah kepada kebutuhan, cita-cita dan perasaan sendiri—dan ini biasanya dimiliki bagi orang yang introvert. Tapi percayalah, orang yang memiliki kecerdasan ini tidak akan mudah untuk berpangku tangan pada orang lain.

Tentukan dan kembangkan kecerdasaan yang kita punya

Well, kamu termasuk dalam kelompok kecerdasan yang mana? Tentukan terlebih dahulu!

Setelah kamu menentukannya, kembangkan kecerdasan tersebut ke titik tertinggi. Dengan kecerdasan itulah kamu membentuk pola pikirmu. Dengan kecerdasan yang kamu miliki itu pula, kamu akan dapat memecehkan berbagai masalah yang terjadi dalam hidupmu—termasuk masalah finansial untuk memenuhi kebutuhan primer dan sekunder keluargamu kelak.

Jumat, 22 Oktober 2021

Sejarah Hari Santri

Setiap tanggal 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri. Hal ini berawal dari usulan masyarakat pesantren sebagai momentum untuk mengingat, mengenang, dan meneladani kaum santri yang telah berjuang menegakkan kemerdekaan Indonesia. Usulan tersebut pada mulanya menuai polemik, banyak yang setuju, ada pula yang menolaknya. Beragam alasan penolakan muncul, mulai dari kekhawatiran polarisasi, hingga ketakutan akan adanya perpecahan karena ketiadaan pengakuan bagi selain santri. Namun, Presiden Joko Widodo pada akhirnya memutuskan untuk menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri. Hal itu dilakukan melalui penandatanganan Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri pada 15 Oktober 2015 silam.
Keputusan presiden tersebut didasari tiga pertimbangan. Pertama, ulama dan santri pondok pesantren memiliki peran besar dalam perjuangan merebut kemerdekaan Republik Indonesia dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta mengisi kemerdekaan. Kedua, keputusan tersebut diambil untuk mengenang, meneladani, dan melanjutkan peran ulama dan santri dalam membela dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta berkontribusi dalam pembangunan bangsa, perlu ditetapkan Hari Santri pada tanggal 22 Oktober. Ketiga, tanggal 22 Oktober tersebut diperingati merujuk pada ditetapkannya seruan resolusi jihad pada tanggal 22 Oktober 1945 oleh para santri dan ulama pondok pesantren dari berbagai penjuru Indonesia yang mewajibkan setiap muslim untuk membela tanah air dan mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari serangan penjajah.
Hal ini sejalan dengan tiga alasan pentingnya penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri yang disampaikan Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Ghofar Rozin. Ia menjelaskan bahwa tanggal tersebut mengingatkan pada Resolusi Jihad yang dicetuskan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, sebuah ketetapan yang menggerakkan massa untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. “Pertama, Hari Santri Nasional pada 22 Oktober, menjadi ingatan sejarah tentang Resolusi Jihad KH Hasyim Asy’ari. Ini peristiwa penting yang menggerakkan santri, pemuda dan masyarakat untuk bergerak bersama, berjuang melawan pasukan kolonial, yang puncaknya pada 10 Nopember 1945,” ungkap Gus Rozien sebagaimana dilansir NU Online pada 19 September 2015. Kedua, lanjutnya, jaringan santri telah terbukti konsisten menjaga perdamaian dan keseimbangan. Perjuangan.para kiai jelas menjadi catatan sejarah yang strategis, bahkan sejak kesepakatan tentang darul islam (wilayah Islam) pada Muktamar Ke-11 NU di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. “Sepuluh tahun berdirinya NU dan sembilan tahun sebelum kemerdekaan, kiai-santri sudah sadar pentingnya konsep negara yang memberi ruang bagi berbagai macam kelompok agar dapat hidup bersama. Ini konsep yang luar biasa,” tegas Pengasuh Pondok Pesantren Kajen, Pati, Jawa Tengah itu. Berikutnya, ia menjelaskan bahwa pentingnya 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri karena kelompok santri dan kiai-kiai terbukti mengawal kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Para kiai dan santri selaluh berada di garda depan untuk mengawal NKRI, memperjuangan Pancasila. Pada Muktamar NU di Situbondo, 1984, jelas sekali tentang rumusan Pancasila sebagai dasar negara. Bahwa NKRI sebagai bentuk final, harga mati yang tidak bisa dikompromikan,” jelas Gus Rozin. Dengan demikian, Gus Rozin menambahkan, Hari Santri bukan lagi sebagai usulan ataupun permintaan dari kelompok pesantren. “Ini wujud dari hak negara dan pemimpin bangsa, memberikan penghormatan kepada sejarah pesantren, sejarah perjuangan para kiai dan santri. Kontribusi pesantren kepada negara ini, sudah tidak terhitung lagi,” tegas Rozin. Pada mulanya, Hari Santri diusulkan oleh ratusan santri Pondok Pesantren Babussalam, Desa Banjarejo, Malang, Jawa Timur, Jumat, (27/6/2014), saat menerima kunjungan Joko Widodo sebagai calon presiden. Pada kesempatan tersebut, Jokowi menandatangani komitmennya untuk menjadikan tanggal 1 Muharram sebagai Hari Santri. Ia pun menegaskan akan memperjuangkannya. Namun, pada perkembangannya, PBNU mengusulkan agar 22 Oktober yang ditetapkan sebagai Hari Santri, bukan 1 Muharram. Hal itu dilatari peristiwa sejarah Resolusi Jihad. Di usia yang baru menginjak dua bulan merdeka, Indonesia kembali diserang oleh Sekutu yang hendak merebut kemerdekaan dari tangan bangsa Indonesia. Demi mempertahankannya, Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari mengeluarkan fatwa Resolusi Jihad. Dikutip dari Fatwa dan Resolusi Jihad karya KH Ng Agus Sunyoto, fatwa tersebut berisi tiga poin penting, yakni sebagai berikut. 1. Hukum memerangi orang kafir yang merintangi kepada kemerdekaan kita sekarang ini adalah fardhu ain bagi tiap-tiap orang Islam yang mungkin, meskipun bagi orang fakir,
2. Hukum orang yang meninggal dalam peperangan melawan musuh (NICA) serta komplotan-komplotannya adalah mati syahid, dan
3. Hukum untuk orang yang memecah persatuan kita sekarang ini, wajib dibunuh. 

 Syakir NF, Jurnalis NU Online 

Hari Santri Nasional 2021